BeritaCirebonVirus Corona

Update Kebijakan Kemenag, Selama Wabah Covid-19 KUA Tidak Layani Akad Nikah di Luar Kantor

Foto : Istimewa

INFOCRB.COM, CIREBON.- Kementrian Agama menerapkan sistem protokol maksimal untuk pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam pelayanan pernikahan.

Melalui surat edaran Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam nomor : P-003/ DJ. III/ Hk.00.7/ 04/ 2020, Kementrian Agama memerintahkan Kemenag di daerah, hingga Kantor Urusan Agama (KUA) untuk menerapkan beberapa point kebijakan, terutama untuk pelaksanakaan akad pernikahan.

Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Cirebon, H Slamet S Ag menyampaikan bahwa SE nomor :P-003/ DJ. III/ Hk.00.7/ 04/ 2020 merupakan perubahan atas SE nomor : P-002/ DJ. III/ Hk.00.7/ 03/ 2020 tentang pelaksanaan protokol penanganan Covid-19 pada area publik di lingkungan Dirjen Bimas Islam.

Dalam SE terbaru tersebut, kata Slamet, ada beberapa point yang penting, diantaranya pendaftaran nikah tetap dibuka, tetapi tidak melalui tatap muka melainkan secara online melalui web simkah.kemenag.go.id.

“Permohonan pelaksanaan akad nikah di masa darurat Covid-19, untuk pendaftar baru tidak dilayani, dan kami meminta kepada masyarakat untuk menunda pelaksanaannya,” ungkap Slamet.

Menurut point berikutnya pada SE tersebut, lanjut Slamet, KUA hanya melayani pelaksanaan akad nikah bagi calon pengantin yang sudah mendaftarkan diri sebelum tanggal 1 April 2020, dan dengan kata lain, yang mendaftar setelah tanggal tersebut belum bisa dilayani untuk pelaksanaan akad nikahnya.

Baca Juga:  Biznet Luncurkan Biznet IPTV, Hiburan TV Interaktif dengan Resolusi 4K Terbaik

“Itupun menurut point 4, pelayanan akad nikah diluar KUA ditiadakan, jadi yang sudah daftar sebelum tanggal 1 April, semua akad dilakukan di KUA dengan membatasi jumlah orang yang hadir, maksimal 10 orang dalam satu ruangan. Jadi yang daftar melalui online pun akadnya akan dilakukan sesuai perkembangan Covid-19, jadi belumbisa ditentukan,” lanjut Slamet.

Dijelaskan Slamet, masih menurut SE tersebut, akibat tidak dilayani akad selain di kantor KUA, Kemenag juga tidak memperkenankan pelaksanaan akad nikah secara online, baik melalui telepon, video call atau penggunaan aplikasi berbasis web lainnya.

Akan tetapi, untuk pelayanan rutin, kata Slamet, Kemenag tetap membuka dengan memberikan nomor kontak atau email petugas layanan KUA, sehingga pelaksanaan pelayanan secara daring tetap berjalan.

“Selain itu, kami tetap memberikan pelayanan konsultasi dan informasi kepada masyarakat, namun dilaksanakan secara online melalui daring,” tambah Slamet. (Pey)

Komentar on Facebook

Loading...
Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close