CirebonPolitikVirus Corona

Viral Video Pembacaan Ikrar di DPRD Kota Cirebon. Ketua Dewan : Atas Nama Pimpinan Mohon Maaf

Foto : Ketua DPRD, Affiati (kedua dari kiri) klarifikasi video viral

INFOCRB.COM, CIREBON.- Kamis (9/7/2020), viral video pembacaan ikrar oleh Ketua DPRD Kota Cirebon, Affiati di depan massa aksi tolak RUU HIP beberapa waktu yang lalu.

Dimana video tersebut memperlihatkan Affiati sejenak terhenti setelah membaca kata khilafah dan melanjutkan tanpa menyebutkan kembali kata tersebut.

Atas kejadian itu, Affiati didampingi beberapa anggota DPRD Kota Cirebon meminta maaf atasnama pimpinan dan lembaga.

“Saat itu DPRD Kota Cirebon menerima perwakilan Forum Cirebon Bersatu, yang sedang melakukan aksi menolak RUU HIP,” ujar Affiati, Jumat (10/7/2020).

Dikatakannya lebih lanjut, dalam kesempatan itu (pembacaan ikrar) pimpinan DPRD mempersilakan kepada Wakil Ketua DPRD, Fitria Pamungkaswati yang kemudian mengajak semua audiens untuk turut membacakan ikrar tersebut.

Pada saat pembacaan poin ketiga, kata Affiati, di kata sekularisme sebelum “khilafah” disambut tepuk tangan dan takbir oleh audiens, sehingga kata khilafah tidak terdengar.

Baca Juga:  Hasil Tes Swab Warga Kota Cirebon yang Reaktif Sudah Keluar, Semuanya Negatif

“Pada saat saya memimpin pembacaan ikrar, pada point ke tiga dalam naskah hanya ada kalimat komunisme dan khilafah, dan di bawahnya terdapat tambahan kata, inilah yang membuat saya bingung dalam menyusun urutan bacanya,” ungkap Affiati.

“Karena jujur bahwa ide dan konsep ikrar bersama ini datangnya mendadak dari Ibu Fitria disampaikan kepada saya saat itu, jadi beliualah yang paling mengerti susunan kalimat pada poin ketiga ini,” imbunya.

Terhadap hal tersebut, Affiati menyampaikan permohonan maaf atas kekhilafan pada saat penerimaan aspirasi Forum Cirebon Bersatu pada 6 Juli 2020 lalu.

“Kami atas nama pimpinan dan lembaga memohon maaf, kami memastikan bahwa kami tetap setia pada pancasila, dan UUD 1945 sebagai ideologi bangsa Indonesia serta menolak paham komunisme dan khilafah, liberalisme, leninisme dan sekuralisme,” tandasnya. (Pey)

Komentar on Facebook

Loading...
Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close