BeritaCirebon

Waduh! Sedimentasi Drainase Jalan Siliwangi Tingginya Hampir Satu Meter

Foto : normalisasi drainase Jalan Siliwangi

INFOCRB.COM, CIREBON.- Penataan trotoar sekaligus normalisasi drainase Jalan Siliwangi dan sebagian Jalan Kartini sedang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cirebon.

Mengenai progres pengerjaan di lapangan sendiri. Kepala DPUPR Kota Cirebon, Syaroni menyampaikan, progres masih di bagian penebangan pohon dan pengerukan, ditambah sudah mulai normalisasi drainase.

Bahkan, sedimentasi drainase di Jalan Kartini dan Siliwangi sangat tinggi dan mengkhawatirkan.

“Sedimentasi hingga 1 meter, jadi ruang air hanya tinggal 10 sentimeter, ini yang kita normalisasi. Ini juga (penataan trotoar dan normalisasi drainase) pertaruhan dan ajang pembuktian DPUPR untuk mempercantik wajah Kota Cirebon,” kata Syaroni.

Penataan trotoar Jalan Siliwangi dan sebagian Jalan Kartini sendiri digadang-gadang bakal menjadi ikon baru di Kota Cirebon.

Pasalnya, desain yang disiapkan sangat berbeda dengan trotoar-trotoar yang sudah ada, proses pembangunannya pun menerapkan sistem yang berbeda.

Syaroni mengungkapkan, penataan trotoar di jalan Siliwangi dan Kartini dibangun dengan menggunakan sistem full beton, dan diikuti dengan sistem pewarnaan teknologi yang masih jarang digunakan di Indonesia.

“Full beton teknologi Indonesia, pewarnaannya ini teknologi baru,” ungkap Syaroni saat diwawancarai usai rapat evaluasi penataan trotoar di ruangan Sekretaris Daerah, Selasa (29/9/2020).

Sedikit membocorkan teknis pengerjaannya, dijelaskan Syaroni, di tahap kontruksi badan trotoar akan dibangun dengan beton berkualitas tinggi dengan sedikit pelebaran, kemudian diatas beton basah, akan diterapkan sistem stamp dekoratif, atau decorative concrete dengan menerapkan berbagai motif.

Baca Juga:  DKPP Rehabilitasi Nama Baik Ketua Bawaslu Kota Cirebon, Seluruh Dalil Pengadu Ditolak oleh Majelis Sidang

Motif beton berpola yang dilukiskan diatas trotoar, kata Syaroni, akan dipasang secara tematik, sehingga di sepanjang jalan Siliwangi, motif trotoarnya akan berbeda-beda.

Seperti dicontohkan Syaroni, trotoar di bagian Alun-alun Kejaksan, disana akan diterapkan motif bata merah, menyesuaikan dengan bangunan Alun-alun yang didominasi oleh bata merah.

“Ada beberapa design, berbeda setiap titik, jadi bentuknya beton basah di stamp, sistemnya beton dekoratif, atau beton motif,” jelas Syaroni.
Sistem pewarnaan ini, lanjut Syaroni, akan memunculkan keindahan tersendiri, karena nantinya hasil pewarnaan akan memberikan efek timbul.

Sistem seperti ini sendiri belum begitu banyak diterapkan di Indonesia, namun beberapa daerah sudah melakukan, seperti Jakarta dan Bandung.
Dibanding sistem pembangunan trotoar dengan batu alam, sistem ini memang dari segi anggaran tidak jauh berbeda, hanya saja dari segi hasil lebih menimbulkan efek cantik dipandang mata.

“Di beberapa bangunan ikonik di Indonesia sudah diterapkan, tapi di Kota Cirebon baru. Dibanding batu alam, hampir sama soal anggaran tapi kualitas lebih bagus ini,” jelasnya. (Pey)

Komentar on Facebook

Loading...
Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close