CirebonPolitikViral

Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon Fitria Akui yang Membuat Naskah Ikrar

Foto : Fitria memperlihatkan naskah ikrar yang dibacakan di hadapan massa FCB

INFOCRB.COM, CIREBON.- Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cirebon, Fitria Pamungkaswati mengakui bahwa naskah ikrar yang dibacakan Ketua DPRD Kota Cirebon, Affiati saat menerima unjuk rasa Forum Cirebon Bersatu (FCB) terkait penolakan RUU HIP berasal dari dirinya. Termasuk menambahkan kata menggunakan tulisan tangan pada naskah ikrar tersebut.

“Iya, benar, naskah murni dari saya karena ada yang perlu ditambahkan akhirnya kata-kata tersebut ditulis dengan tangan secara mendadak,” kata Fitria kepada awak media, Senin (13/7/2020)

Fitria mengaku, niatnya membuat naskah ikrar hanya semata-mata ingin membuktikan bahwa PDI Perjuangan sebagai partai yang berideologi Pancasila dengan pedoman UUD 45. Hal tersebut sejalan dengan keinginan FCB yang meminta RUU HIP dicabut.

“Pasti kami berpegang pada ideologi Pancasila dan UUD 1945, itu ikrar sebagai bukti meyakinkan bahwa kami Pancasila,” ungkap Fitria.

Ia juga mengakui menawarkan ke audien yang hadir untuk membacakan ikar. Ikrar pun dibacakan, hanya saja kata khilafah dibaca terakhir dan tidak terdengar. Kemudian saat ketua DPRD membacakan, pada kata khilafah sempat berhenti untuk menanyakan apakah khilafah harus dibaca atau tidak.

Baca Juga:  Berkeliling, Wali Kota Cirebon : Mall dan Pasar Jangan Kendor Terapkan Protokol Pencegahan Covid-19

“Susunannya kalau saya saat membaca khilafah terakhir, tapi Ketua DPRD membacanya setelah kata Pancasila. Dalam video itu kami berdiskusi, kemudian dibaca ulang,” katanya

“Naskah dibuat mendadak, kemudian audien meminta dibacakan dulu naskahnya. Saat dibacakan kata-kata khilafah terakhir dibaca dan tidak mencoretnya,” tambah Fitria

Sebelumnya, Kamis (9/7/2020), viral video pembacaan ikrar oleh Ketua DPRD Kota Cirebon, Affiati di depan massa aksi tolak RUU HIP beberapa waktu yang lalu.

Dimana video tersebut memperlihatkan Affiati sejenak terhenti setelah membaca kata khilafah dan melanjutkan tanpa menyebutkan kembali kata tersebut.

Atas kejadian itu, Affiati didampingi beberapa anggota DPRD Kota Cirebon meminta maaf atasnama pimpinan dan lembaga.

“Saat itu DPRD Kota Cirebon menerima perwakilan Forum Cirebon Bersatu, yang sedang melakukan aksi menolak RUU HIP,” ujar Affiati, Jumat (10/7/2020).

Dikatakannya lebih lanjut, dalam kesempatan itu (pembacaan ikrar) pimpinan DPRD mempersilakan kepada Wakil Ketua DPRD, Fitria Pamungkaswati yang kemudian mengajak semua audiens untuk turut membacakan ikrar tersebut.

Pada saat pembacaan poin ketiga, kata Affiati, di kata sekularisme sebelum “khilafah” disambut tepuk tangan dan takbir oleh audiens, sehingga kata khilafah tidak terdengar. (Pey)

Komentar on Facebook

Loading...
Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close